Kehidupan
Memahami Budaya Jepang: Cara Melepaskan Sepatu dan Etiket di Pintu Masuk
27 Juli 2026
Artikel ini menjelaskan praktik melepaskan sepatu di Jepang dan etiket di pintu masuk, termasuk latar belakang, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, dan bagaimana orang asing dapat menyesuaikan diri.
■Apa Itu
Dalam budaya Jepang, kebiasaan melepaskan sepatu sebelum memasuki rumah dilakukan untuk menjaga kebersihan dan secara simbolis memisahkan bagian dalam dari luar. Praktik ini berasal dari sejarah untuk melindungi tikar tatami dari kotoran, dan tetap dipertahankan hingga saat ini.
■Kapan dan Di Mana
Kebiasaan ini tersebar luas di seluruh Jepang, dengan kepatuhan lebih ketat di rumah tradisional dan daerah yang lebih tua. Tempat umum seperti kuil atau bangunan bersejarah sering kali mengharuskan pengunjung untuk melepaskan sepatu juga.
■Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
Praktik melepaskan sepatu merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari di Jepang, yang mungkin tampak asing bagi pengunjung dari luar negeri. Selama musim dingin, menyiapkan kaus kaki atau sandal adalah hal yang umum. Beberapa restoran atau penginapan mungkin juga mewajibkan pelepasan sepatu, sehingga bijak untuk memeriksanya sebelumnya.
■Bagaimana Orang Asing Harus Merespons
Pengunjung asing ke Jepang sebaiknya membiasakan diri dengan kebiasaan melepaskan sepatu di pintu masuk. Jika tidak yakin apakah sepatu harus dilepas, mengamati orang lain atau langsung bertanya disarankan. Setelah dilepas, sepatu harus diletakkan dengan rapi.
■Sopan Santun dan Pertimbangan
Pastikan kaus kaki tidak berlubang dan sepatu diletakkan dengan rapi setelah dilepas. Jika disediakan sandal, mereka harus digunakan, dan dilepaskan saat berjalan di atas tatami.
---
Artikel ini dibuat oleh SIAデジタルテクノロジー株式会社 berdasarkan informasi publik.
Informasi ini adalah bahan referensi berdasarkan pengumuman resmi. Selalu verifikasi informasi akurat di situs web resmi atau dengan otoritas terkait.